Senin, 13 Februari 2012

"

Indah nya Kepulauan Derawan : White Sandy Beach @ Sangalaki

Pulau Sangalaki adalah pulau lain yang tak kalah indah dibanding Pulau Derawan. Jarak tempuh nya hanya sekitar 40 menit dengan menyewa jasa speedboat dari Pulau Derawan. Saya tak sendiri ke Sangalaki. Ada puluhan teman seperjalanan yang juga menuju pulau berpasir putih itu. Lautan sangat tenang dan warna nya sangat biru sekali. Keindahan bahari terhampar luas di depan saya saat ini.



Sebuah dermaga kayu yang menjorok ke lautan menyambut kedatangan saya. Pulau Sangalaki akhir nya saya jumpai. Pulau kecil ini terlihat sangat tenang dan damai. Tak ada perkampungan disini. Dan tentu nya tak ada kesibukan turis di sekitar nya, tak seperti gili-gili di Lombok yang ramai oleh wisatawan.



Speedboat akhir nya menyandar di sekitar pantai. Saya langsung melompat. Tak sabar rasa nya menikmati tiap sudut Sangalaki. Pulau indah yang selama ini hanya saya kenal via internet dan majalah wisata saja. Saat ini akhir nya mimpi itu terwujud, saya benar-benar menapakkan kaki saya di pasir lembut nya.



Saya segera menuju sebuah bangunan kayu di tengah-tengah pulau. Saya harus menerobos pepohonan yang lumayan teduh. Ternyata di sana ada sebuah bangunan milik WWF, badan yang konsern terhadap pelestarian penyu hijau di sekitar Sangalaki. Di dalam bangunan berbentuk rumah panggung itu, saya bisa membaca semua informasi tentang Sangalaki serta potensi wisata nya melalui poster-poster yang di tempel di dinding kayu. Tak hanya itu, informasi mengenai kejahatan manusia terhadap penyu hijau juga saya temui disana.



Selang beberapa menit kemudian, oleh salah seorang petugas WWF, saya diajak untuk menuju sebuah kandang di tepi pantai. Ternyata di dalam nya adalah tempat penetasan telur penyu. Para petugas dengan gigih tiap malam nya mengambil telur penyu di dalam lubang-lubang di dalam pasir. Untuk kemudian diletakkan di dalam lubang buatan di dalam kandang kayu tersebut. Hal ini bertujuan untuk melindungi telur penyu dari kerusakan.



Setelah telur menetas, maka bayi penyu alias tukik pun dilepasliarkan ke lautan. Menurut informasi yang saya dengar, tukik penyu tersebut akan hidup sendirian di lautan. Tanpa ditemani oleh induk nya. Ancaman selain berasal dari manusia, tukik juga menjadi mangsa predator lain di dalam lautan. Diantara ratusan tukik yang dilahirkan oleh satu ekor penyu dewasa, hanya sekitar 1- 3 tukik penyu yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Bayangkan saja, betapa lambat nya perkembangan populasi penyu hijau.



Puas menyapa ratusan tukik penyu, saya kembali menikmati keindahan pantai di pesisir Pulau Sangalaki. Pasir nya luar biasa bersih nya. Laut yang terhampar di sekitar nya luar biasa jernih. Langit biru, jembatan membentang dan angin semilir membuat suasana menjadi tampak sempurna. Rasa nya waktu lambat berputar disini. Pulau kecil ini benar-benar indah.



Saya tak bosan untuk membidikkan lensa kamera ke setiap sudut Sangalaki. Kesempatan langka seperti ini sangat sayang jika tak di dokumentasikan. Saya berharap Sangalaki tetap seperti ini, indah dan sederhana tanpa ada bangunan hotel mewah dengan deretan minuman alkohol sebagai pelengkap nya. Seperti yang terjadi di pulau lain di Indonesia yang lebih turistik. Biar lah Sangalaki menjadi sebidang lahan surga yang jauh dari hingar bingar ulah manusia.



Saya mencoba berenang di laut jernih nya. Tak peduli langit terik, saya segera membasahi badan saya. Luar biasa nikmat nya. Sejenak saya bisa melupakan kehidupan ala perkotaan. Di sini saya bisa membaur dengan alam Indonesia di sudut Kalimantan yang tak jauh dari Berau. Surga bahari yang sudah terkenal hingga mancanegara.



Tak terasa sudah berjam-jam saya di pulau ini. Masih ada pulau menarik lain yang harus saya kunjungi hari ini. Saya pun menyudahi aktivitas di Sangalaki. Speedboat telah siap dengan joki nya. Enggan rasa nya meninggalkan pulau cantik ini. Namun keterbatasan waktu lah yang memaksa saya meninggalkan Sangalaki. Saya berharap suatu saat saya bisa kembali ke Sangalaki. Salah satu pulau dengan pantai yang indah yang pernah saya jumpai.

Sumber: http://kalimantanku.blogspot.com/2011_10_01_archive.html
"

0 komentar:

Posting Komentar