Sabtu, 23 Juli 2011

"

LEGENDA PUTRI BIDADARI SI BORU NATUMANDI HUTABARAT

Gadis ini selalu dipingit oleh kedua orangtuanya karena parasnya yang cukup cantik bak seorang bidadari. Di zamannya, gadis ini diyakini yang tercantik diantara gadis-gadis di Silindung (Tarutung). Tak heran, banyak pria yang tergila-gila kepadanya. Namun gadis ini menurut cerita masyarakat dan keturunan keluarganya yang saat ini masih hidup terakhirnya menikah dengan seekor ular.
Berikut hasil penelusuran wartawan media ini, tentang legenda Si Boru Natumandi selama sebulan lebih. Berawal saat si boru Natumandi diusianya yang sudah beranjak dewasa, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai seorang petenun ulos. Disebuah tempat khusus yang disediakan oleh orangtuanya, setiap hari Si boru Natumandi lebih sering menyendiri image003sambil bertenun, kesendirian itu bukan karena keinginannya untuk menghindar dari gadis-gadis desa seusianya, namun karena memang kedua orangtuanya lah memingit karena terlalu sayang.
Sayang, saat penelusuran ke berbagai narasumber untuk mengetahui siapa sebenarnya nama kedua orangtuanya, marga-marga Hutabarat yang tinggal di Desa Hutabarat Banjar Nauli, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Tempat asal kampung halaman Si boru Natumandi) tidak satupun yang mengetahui persis siapa nama kedua orangtuanya.
Namun salah satu warga Desa Hutabarat yakni Lomo Hutabarat (51) yang mengaku satu garis keturunan dengan keluarga Si Boru Natumandi belum lama ini berkata, bahwa dulunya kampung halaman Siboru Natumandi adalah di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutabarat, namun dusun itu kemudian pindah sekitar 500 meter dari desa semula dan sekarang diberi nama Dusun Banjar Nauli.
Dikatakan Lomo Hutabarat, bahwa dari 3 anak si Raja Nabarat (Hutabarat) antara lain Sosunggulon, Hapoltahan dan Pohan, Si boru Natumandi dikatakan berasal dari keturunan Hutabarat Pohan. Hanya penuturan itu yang dapat diperoleh dari Lomo Hutabarat. Sementara itu keturunan Si boru Natumandi lainnya yakni L Hutabarat (76) mengisahkan, bahwa dia juga tidak mengetahui persis cerita yang sebenarnya tentang Si boru Natumandi, menurutnya ada beberapa versi tentang legenda gadis cantik ini.
Berikut kisah Siboru Natumandi yang diketahui L Hutabarat. Suatu hari di siang bolong, Si boru Natumandi sibuk bertenun di gubuk khususnya, tiba-tiba seekor ular besar jadi-jadian menghampirinya, konon ular tersebut dikatakan orang sakti bermarga Simangunsong yang datang dari Pulau Samosir. Saat ular itu berusaha menghampiri si boru Natumandi, ia justru melihat sosok ular tersebut adalah seorang pria yang gagah perkasa dan tampan. Saat itulah, sang ular berusaha merayu dan mengajak Si boru Natumandi untuk mau menikah dengannya.
Melihat ketampanan dan gagahnya sang ular jadi-jadian tersebut, Siboru Natumandi akhirnya menerima pinangan tersebut, setelah pinangannya diterima, sang ular kemudian mengajak Si Boru Natumandi untuk pergi menuju kearah sungai Aek Situmandi dan melewati tempat pemandian sehari-hari Si boru Natumandi di Sungai Aek Hariapan. Dari tempat itu, mereka meninggalkan pesan kepada orangtua Si Boru Natumandi dengan cara menabur sekam padi dari tempat bertenun hingga ke Liang Siboru Natumandi sekarang. Pesan sekaligus tanda itu artinya agar Bapak/Ibu dan semua keluarga mengetahui kalau dia telah pergi dan akan menikah dengan seorang pria, dimana sekam padi tersebut bermakna sampai dimana sekam ini berakhir, disitulah Si Boru Natumandi berada.
 Sore harinya, saat kedua orangtuanya pulang dari perladangan, mereka mulai curiga melihat putri semata wayang mereka tidak ada ditempatnya bertenun dan juga tidak ada dirumah, akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memberitahukan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Melihat sekam padi yang bertaburan bak sebuah garis pertanda dan tak kunjung ditemukannya Si boru Natumandi hingga keesokan harinya, akhirnya taburan sekam di tepi sungai Aek Situmandi dan berujung disebuah liang/gua yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kampung halaman Si boru Natumandi diyakini kalau Si boru Natumandi menikah dengan seekor ular.
Namun versi cerita lainnya, ternyata Si boru Natumandi tidak menikah dengan siluman ular yang bermarga Simangunsong, akan tetapi siluman ular tersebut malah meninggalkan si boru Natumandi begitu saja disebuah hamparan tak berpenduduk.
Setelah ditinggalkan begitu saja, Si boru Natumandi terus menerus menangis karena telah tertipu siluman ular tersebut, namun ketika itu seorang pengembala datang dan menghampirinya, penggembala tersebut juga terpikat melihat keindahan tubuh dan kecantikannya, lalu sipengembala mengajaknya agar mau menikah dengannya. Konon dalam versi ini, si pengembala tersebut dikatakan bermarga Sinaga.
Sipengembala kemudian membawa Si boru Natumandi ke Pulau Samosir untuk dinikahi. Berselang beberapa generasi keturunan si boru Natumandi dan sipengembala bermarga Sinaga tersebut di Samosir, keturunannya dikatakan pernah berusaha mencari asal usul si boru Natumandi (Untuk mencari Tulang/pamannya). Usaha pun dimulai dengan menyeberangi Danau Toba dengan sebuah perahu kayu menuju Kota Tarutung dengan membawa sejumlah makanan khas adat batak. Namun sesampainya di Sipoholon (Kota Sebelum Tarutung saat ini) ada keturunan Hutabarat Pohan bermukin disana, yakni dari keturunan Raja Nabolon Donda Raja.
Saat rombongan bertanya tentang Si boru Natumandi, keturunan Raja Nabolon Donda Raja yang tinggal di Sipoholon langsung mengakui kalau merekalah keturunan si boru Natumandi, dan saat itu makanan yang dibawa keturunan si boru Natumandi langsung mereka terima hingga akhirnya acara syukuran pun dilakukan. Padahal keturunan Si boru Natumandi sebenarnya adalah anak kedua dari si Hutabarat Pohan yakni si Raja Nagodang yang sampai saat ini masih ada tinggal di Dusun Banjar Nauli.
Setelah acara syukuran dilakukan, rombongan keturunan Si Boru Natumandi pun berangkat kembali ke Samosir untuk memberitahukan kabar tersebut kepada keluarga. Namun saat menyeberangi Danau Toba perahu yang mereka tumpangi tenggelam hingga semua yang ada dalam perahu meninggal dunia.
Versi selanjutnya, Si boru Natumandi dikatakan menikah dengan resmi, hal ini menurut L Hutabarat, karena sejak dia masih kecil pernah melihat sebuah guci yang terbuat dari kayu tempat mas kawin si boru Natumandi di rumah saudaranya boru Simatupang. Saat itu, boru Simatupang mengatakan kepada L Hutabarat bahwa guci tersebutl adalah tempat mas kawin si boru Natumandi.
Guci tersebut konon memiliki sejarah tersendiri, dimana isi guci tersebut hanya dipenuhi kunyit yang suatu saat akan berubah menjadi kepingan/batangan emas, hal ini diberikan dan dipastikan keluarga suami Si boru Natumandi yang memiliki kesaktian, dan selanjutnya kepada kedua orangtuanya diminta untuk tidak membuka guci tersebut sebelum tujuh hari tujuh malam. Akan tetapi, orangtua Si boru Natumandi melanggar permintaan tersebut.
Setelah kedua orangtuanya membuka guci itu, ternyata kunyit tersebut sudah mulai berubah mejadi batangan emas murni. Nasib sial pun dialami kedua orangtua si boru Natumandi kala itu. Tatkala usia orangtua si boru Natumandi beranjak ujur, akhirnya mereka menimbun emas tersebut di Dolok Siparini (Masih di Desa Hutabarat) karena takut akan menjadi bahan rebutan bagi adik-adiknya dan keluarganya (Dari pihak laki-laki) suatu saat nanti, sebab banyak diantara keluarganya yang mengetahui tentang kisah guci ini.

“Cerita saya ini bukanlah yang menjadi sejarah yang pasti, saya juga hanya mendengar cerita-cerita dari sejak saya masih kecil, sehingga cerita saya tadi bukanlah yang bisa saya bilang pasti, kalau cerita sejarah yang sebenarnya tidak ada lagi sekarang yang tahu,” tutur L Hutabarat sambil meneguk kopinya yang sudah mulai dingin.
Saat ini, lokasi Gua Liang Si Boru Natumandi dijadikan sebagai salah satu objek wisata oleh Pemkab Taput. Banyak orang berkunjung ke tempat ini untuk meminta rejeki atau hal-hal lain. Hal terbukti dimana dilokasi liang Si Boru Natumandi terdapat tumpukan-tumpukan sesajen yakni berupa puntungan-puntungan rokok yang tersusun teratur dan beberapa kelopak daun sirih. Sayangnya, penataan objek wisata ini masih kurang mendapat perhatian dari pihak Pemkab Tapanuli Utara. Sebab disekitar lokasi ini, masih belum ada penataan objek wisata yang baik, dan masih banyaknya sampah di areal gua ini. ( Horden Silalahi )
- LEGENDA PUTRI BIDADARI SI BORU NATUMANDI HUTABARAT
"

Kamis, 21 Juli 2011

"

Dulu Haram, Kini Halal

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.

Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal". Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.


Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari

Masjid demi melupakan rasa laparnya.

Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci...dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.

Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu". Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.

Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : "Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam ... akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !" Ah.. benar juga, pikirnya.
Maka masuklah ia dengan tanpa suara... Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan - timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar - tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.

Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh ...syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang....Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.
Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.

Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur...Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !!
Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya...ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?"

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata :"Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk menganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!"

Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? "Hei - tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati - engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon....(hening).
Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku .... aku harus keluar." Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.
Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.

Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu' sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.
Tapi ... tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ......
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:"Seandainya Allah memberi petunuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadam.Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar.Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS. 14:21)
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamulalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)

Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia "Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.

Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu ... adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada diruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh ... celaka, celaka.


Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw.... celaka, pikirnya panik !!

Hampir celentang jantuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : "Hai Fulan, kemarilah !" Dengan pelahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha

menyembunyikan wajahnya.

Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : "...benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak ... ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang dimimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya".


Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : "Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.


Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.


Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :

"Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".

Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah.
(SELESAI)
- Dulu Haram, Kini Halal
"
"

Ayat Kursi Menjelang Tidur

abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."
Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.
"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."
Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."
Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."
"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."
Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."
(SELESAI)
- Ayat Kursi Menjelang Tidur
"
"

40 Tahun Berbuat Dosa

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.
Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.
Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.
Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."
Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."
Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"
Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."
Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."
Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.
Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"
Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."
Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"
Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"
(Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)
(SELESAI)
- 40 Tahun Berbuat Dosa
"
"

Antara Sabar dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."
Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"
Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membezakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berzeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah.
Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:
" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."
Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,: " Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."
Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.
(SELESAI)
- Antara Sabar dan Mengeluh
"

Rabu, 20 Juli 2011

"

Semangat Hari Ini

Pagi-pagi saya terbangun dengan semangat untuk bekerja. Tidur lelap semalam, walau cuaca panas sempat mengganggu, ternyata memulihkan semangat saya untuk mencari nafkah. Senyum muncul secara estafet di bibir saya pagi itu. Senyuman istri dan tawa anak-anak saya menambah lebar senyum itu menjadi seringai tawa. Sayang hari itu malah dimulai dengan cuaca tidak begitu baik.
Ramalan cuaca di sebuah radio lokal menyatakan; cuaca mendung dengan kemungkinan besar hujan hari ini.  Saya tak terlalu percaya ramalan, tapi langit yang gelap mendukung ramalan itu. Ternyata ujian buat semangat saya bukan cuma itu. Ban depan motor saya juga kempes total tentunya dengan kemungkinan besar bocor.  Padahal malam sebelumnya ban itu masih sehat wal afiat…
Mau menggerutu juga percuma, jam sudah menunjukkan waktu saya harus berangkat kalau tak mau ketinggalan kereta. Terpaksa sedikit berlari-lari mencegat angkot di gang depan kampung munjul, yang jadi lokasi rumah saya.  Seperti biasa, pertigaan di dekat daerah kayu manis (Bogor) macet. Antrian cukup panjang dan karena saya tidak naik motor kemacetan itu terpaksa lama dinikmati. Kalau kalian mengira saya kesal, kalian keliru.  Kemacetan itu sudah biasa, jadi sudah saya antisipasi.  Dari rumah saya membawa beberapa komik berseri yang saya beli beberapa hari sebelumnya. Belum dibuka plastiknya, dan pastinya belum dibaca.
Saat mengeluarkan komik dari tas, mendadak serombongan orang masuk ke angkot itu. dua orang ibu berukuran ‘big size’ dan dua anaknya, perempuan berusia sekitar 12 tahun dan anak laki-laki berusia 8 tahunan, yang walau masih kecil sudah mengikuti perkembangan tubuh ibu-ibu mereka.  Si anak lelaki terlihat lebih aktif.  Melihat keluar angkot, bertengkar dengan kakaknya dalam bahasa yang lucu -seperti omongan seorang anak 2 tahun yang baru belajar bicara- cadel dan sepotong-sepotong, dan berpindah-pindah tenpat duduk bahkan dengan menggeser penumpang lain.  Sepertinya anak ini Hyperaktif.
Saya tak jadi mengeluarkan komik. Anak itu lebih menarik. Ia sedikit mengingatkan saya pada Raditya, anak saya waktu kecil. Mereka sama-sama antusias, ceria, dan penuh semangat. Energi mereka serupa. Bergerak terus tak membuat mereka kelelahan. Raditya dulu divonis sebagai penderita hyperaktif (walaupun menurut saya itu bukan penyakit) dan pengidap spektrum autis yang disebut asperger. Radit baru mengeluarkan kata pertamanya di usia 4 tahun sehingga sampai usia SD perbendaharaan kata-katanya masih sangat sedikit. Gara-gara labeling dan keterlambatan perkembangan itu anak saya kesulitan dalam sosialisasi lingkungan dan jenjang pendidikannya.
Mudah-mudahan anak di angkot itu sekedar delayed speech saja, dan tidak mengalami kesulitan  seperti anak saya.  Untungnya, sang ibu dan sang kakak seperti tak mempermasalahkan keaktifan anak itu. mereka tetap tersenyum menanggapi kelakuannya, dan dengan lembut memperlakukannya. Senang sekali melihat itu. Sang ibu yang lebih tua -mungkin neneknya- bahkan sempat menyapa saya meminta maaf kalau anak kecil itu mengganggu.
Tapi dia tidak mengganggu saya, anak itu malah menambah semangat di dada ini.  Saat ingat pada anak anak saya, rasanya seperti mengganti baterai semangat yang sudah soak dengan energiz*er baru.
Saya turun dari angkot dengan semangat membara… sampai sebuah mobil mewah (untuk ukuran saya) ngebut membabi buta dan dengan semena-mena melindas kubangan tepat di sebelah tempat saya berjalan. Airnya muncrat tinggi membasahi baju dan celana. Nyaris memadamkan separuh bagian bara semangat saya… menyebalkan!!!
Hampir saya memaki-maki pengendara mobil itu, tapi kemudian saya sadar. Marah dan memaki hanya merusak semangat dan perasaan positif di hati ini. saya tidak mau itu terjadi, maka saya usahakan meredakan kemarahan di hati… apalagi mobil itu sudah jauh dan tak akan mendengar kalaupun saya berteriak teriak..
Kereta api seperti biasa penuh. Saya naik kereta commuter line,  kereta ekonomi versi ber AC,  yang berhenti di setiap stasiun. Banyak hal lucu yang membuat saya tertawa. Di bangku khusus dipojok depan -yang dikhususkan untuk manula, wanita hamil dan yang membawa balita- duduk seorang mahasiswi cantik dan  seorang pekerja kantoran yang perlente berusia awal 30 an.  Lucu sekali kan? Pekerja pria itu mungkin menyangka usianya sudah termasuk manula, sedangkan mahasiswi cantik itu … membuat saya menduga-duga apakah dia benar-benar hamil. Saya tersenyum dan nyaris tertawa.
Beberapa menit kemudian, di stasiun Bojong Gede, seorang ibu menggendong anak batita masuk.  Dengan tas besar dan gendongan samping, jelas ia kerepotan berdiri di kereta yang semakin sesak. Saat mata ibu itu berkeliling mencari tempat duduk, seperti adegan dalam lawakan srimulat, sang pekerja yang tadinya aktif berusaha mengajak sang mahasiswi berbincang tiba-tiba jatuh tertidur.  Seorang ibu tua malah berdiri dan menyerahkan tempatnya untuk si ibu dengan balita.
Tertawa saya tambah keras, tambah getir.
Perjalanan ke kantor belum selesai buat saya. Turun di stasiun Cawang, kemacetan menyambut seperti biasa.  Karena sudah agak terlambat, saya memutuskan naik bus transjakarta.  Menunggu ternyata bisa menyenangkan juga.  Saya berpikir, perjalanan melintasi Jakarta ini kesempatan untuk melihat-lihat pembangunan yang dilakukan sang ahli Jakarta, selepas mengambil alih kota ini dari gubernur sebelumnya; Sutiyoso.  Saya lihat kekanan kiri… rasanya yang bertambah hanya deretan bilboard yang mengotori pemandangan. Saya perhatikan lebih serius, ternyata hanya tambahan panjang kemacetan yang berbeda.
Saya jadi merasa bodoh.. masa’ tidak bisa melihat hasil pembangunan disekitar saya… padahal kalau membaca tabloid dan koran lokal Jakarta yang mendukung sang Ahli Jakarta itu, katanya pembangunan pesat telah terjadi di metropolitan ini.  ah saya benar-benar bodoh…
Bus Transjakarta pertama lewat. Terlalu penuh kali ini.  harus menunggu lagi. Saya teringat dengan komik yang saya bawa. Ah.. membaca selalu bisa meningkatkan semangat. Maka setelah meletakkan pantat di lantai halte transjakarta, saya mulai merogoh-rogoh ransel. pertama yang tertarik keluar adalah jilid 5 komik itu, lalu jilid 7 dan jilid terakhir… saat itu baru saya sadar bahwa yang terbawa adalah bagian-bagian akhir komik. wuah… padahal sudah terbayang asyiknya membaca komik di halte itu… terpaksa saya masukan lagi komik-komik itu. agak susah karena ukurannya yang lebar, terpaksa sedikit membongkar ransel.
Saat separuh isi ransel dikeluarkan, sebuah bus transjakarta “kosong!” masuk halte… terpaksa memasukkan semua bawaan tadi dengan terburu-buru. setengah menyelipkan badan di pintu yang mulai tertutup, akhirnya saya berhasil naik bus itu. cukup ngosngosan juga…
Sampai di kantor, nafas saya tambah ngosngosan. pasalnya terpaksa lari dari halte busway menuju kantor. Rapat mulai jam 11 dan di HP saya jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat 1 menit…
Sampai di kantor, ternyata rapat belum mulai. Beberapa orang belum datang dengan alasan macet. Bos juga belum ada. Saya cuma bisa tersenyum pahit sambil menenangkan nafas yang nyaris senin kemis.  Ada waktu sekitar 15 menit sebelum bos datang, jadi saya berencana menyiapkan diri dulu untuk rapat. Setelah basuh muka sedikit, mulailah mengeluarkan kertas bahan rapat dari dalam tas.
Ah, menyebalkan.. komik-komik saya terlipat. Baju seragam saya ketumpahan sedikit tinta pulpen saat dijejalkan masuk tas. dan.. Sialan!! ternyata ujung flashdisk saya tertekuk patah saat packing kilat di halte busway tadi.. padahal materi presentasi ada di dalam flash disk itu…oalaaahhh..
Saya mendadak tertawa. Ada ironi yang kurasakan. Walau semangat rasanya hanya tersisa sedikit sekali, tapi pengetahuanku rasanya bertambah cukup banyak… Kemudian sambil berusaha membuat ulang sebisanya presentasi itu, saya memanjatkan doa sepenuh hati pada Tuhan;
Ya, Allah, terima kasih atas segala pemberian, peringatan dan kelakar yang membuat saya tersenyum hari ini… entah senyum manis, bahagia, getir, semuanya ternikmati…   Pinta ku ya Allah, tolong berikan aku semangat seperti pagi hari tadi setiap hari dalam hidupku…
jakarta, hari ini
btw, ternyata atasan saya tidak bisa datang akhirnya. Presentasi saya di agendakan keesokan hari, dan karena saya yang memimpin rapat… hari ini berakhir dengan menyenangkan…
Selalu terima kasih pada Mu ya Allah SWT… pada semua berkah, pemberian, perlindungan, kelakar dan kasihsayang Mu..
- Semangat Hari Ini
"
"

Kata-kata buat orang yang patah semangat


“Prepare for the best, plan for the worst and expect to be surprised.”Terkadang kita sering putus asa dan nggak yakin akan diri sendiri.
Calm down. Inget kata-kata ini, kalo kita sedang bersiap menerima keberhasilan dan berencana untuk kegagalan kita dan berusaha untuk memperbaikinya dan lebih maju lagi!!
“I cannot fail”Dalam melakukan sesuatu kita kita harus yakin kita akan berhasil.
Kalo kita yakin 100% akan berhasil, maka kita pasti akan berhasil.
“If i never try, I’ll never know.”Jangan takut bila kamu dihadapkan pada suatu kesempatan dan kamu bingung untuk mencobanya atau tidak.
Walau pun hasil dari mencoba ternyata mengecewakan,, nga usah sedih. at least kamu punya pengalaman baru dan pelajaran yang akan membuat kamu lebih dewasa.
“Today is not a good day to give up”Berpikirlah positif bahwa hari ini bukanlah hari untuk menyerah
Karena menurut orang yang sudah sukses, jalan menuju ke sana memang bikin orang pengen nyerah.
“If you do not hope, you will not find what is beyond your hopes.”
Orang-orang sukses di dunia ini, awal dari kesukesaannya dimulai dari bermimpi.
Dari mimpinya mereka berusaha untuk mewujudkannya, hingga mereka berhasil mencapai mimpinya.
“Life is either a daring adventure or nothing.”Hidup adalah petualangan yang membutuhkan keberanian, bila tidak itu bukanlah hidup.
“Every artist was first an amateur.”Untuk menjadi yang hebat pasti dimulai dari awal.
Jadi wajar ajah kalo kita emang musti banyak belajar dan sabar untuk maju.
- Kata-kata buat orang yang patah semangat
"
"

10 tip sukses

*Satu*, bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. JauhkanAlah
perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang
salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
**
*Dua*, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
**
*Tiga,* setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego.
Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya
(niche). Find your niche, so you find your place in the world.
**
*Empat*, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.”
**
*Lima,* belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
**
*Enam*, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
**
*Tujuh*, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
**
*Delapan,* semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
**
*Sembilan*, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
**
*Sepuluh*, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiapkesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
*Sumber*:
Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia.

- 10 tip sukses
"

Selasa, 19 Juli 2011

"

Sabar

Sabar berasal dari bahasa Arab dari akar SHABARA (صَبَرَ), hanya tidak yang berada dibelakang hurufnya karena ia tidak bias berdiri sendiri. Shabara’ala (صَبَرَ عَلَى) berarti bersabar atau tabah hati, shabara’an (صَبَرَ عَنْ) berarti memohon atau mencegah, shabarabihi (صَبَرَ بِهِ) berarti menanggung.

Sabar dalam bahasa Indonesia berarti : Pertama, tahan menghadapi cobaan seperti tidak lekas marah, tidak lekas putus asa dan tidak lekas patah hati, sabar dengan pengertian sepeti ini juga disebut tabah, kedua sabar berarti tenang; tidak tergesa-gesa dan tidak terburu-buru. Dalam kamus besar Ilmu Pengetahuan, sabar merupakan istilah agama yang berarti sikap tahan menderita, hati-hati dalam bertindak, tahan uji dalam mengabdi mengemban perintah-peintah Allah serta tahan dari godaan dan cobaan duniawi Aktualisasi pengertian ini sering ditunjukan oleh para sufi.

Dalam pendekatan ilmu Fikih, sabar didefinisikan sebagai tabah, yakni dapat menahan diri dari melakukan hal-hal yang bertentangan dengan huum Islam, baik dalam keadaan lapang maupun sulit, mampu mengendalikan nafsu yang dapat menggoncangkan iman. Menurut Ibnu Qayyim sabar berarti menahan diri dari kelih kesah dan rasa benci, menahan lisan dari mengadu, dan menahan anggota badan dari tindakan yang mengganggu dan mengacaukan.

Definisi sabar menurut Qur’an surat Ali’Imran ayat 146-147 yang artinya : “Dan berapa banyaknya Nabi yanhg berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-(nya) yang bertakwa, meraka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan “Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir”. Orang yang sabar menurut ayat tersebut adalah yang apabila ditimpa musibah tidak menjadi lemah, lesu dan menyerah dengan keadaan yang terjepit, bahkan ketika ditimpa misibah, orang yang sabar berdoa memohon ampum kepada Allah atas dosa-dosa dan tindakan-tindakan yang melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.

Sabar menurut Ibnu Katsir ada tiga macam : Pertam, sabar dalam meninggalkan hal yang diharamkan dan dosa; Kedua, sabar dalam melakukan kekuatan dan kedekatan kepada Allah. Kesabaran yang kedua adalah yang paling besar pahalanya, sebab sabar ini memiliki nilai yang hakiki; Ketiga, yaitu sabar dalam menghadapi berbagai bencana dan petaka. Ketika mendapat bencana ia tidak berkeluh kesah, tetapi memohon ampum dari perbuatan aib.

Ibnu Qayyim al-Jauziah membagi motivasi; sabar dalam tiga macam : sabar dengan (pertolongan) Allah, sabar karena Allah, dan sabar bersama Allah. Pertama adalah meminta pertolongan kepada-Nya sejak awal dan melihat bahwa Allah-lah yang menjadikannya sabar, dan bahwa kesabaran seorang hamba adalah dengan (pertolongan) Tuhannya, bukan dengan dirinya semata. Sebagaimana Firman Allah :
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّبِاللهِ
Artinya : “Bersabarlah, dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah”. (al-Nahl, ayat 127)

Yakni seandainya Allah tidak menyabarkanmu niscaya engkau tidak akan bersabar, Kedua, sabar karena Allah, yakni hendaklah yang mendorongmu untuk bersabar itu adalah karena cinta kepada Allah, mengharapkan keridhaan-Nya, dan untuk mendekatkan kepada-Nya, bukan untuk menmpakkan kekuatan jiwa, mencari pujian makhluk, dan tujuan-tujuan lainnya.

Ketiga, sabar bersama Allah yakni dalam perputaran hidupnya hamba selalu bersama dan sejalan dengan agama yang dikehendaki Allah dan hukum-hukum agamanya-Nya. Menyabarkan dirinya untuk selalu bersamanya, berjalan bersamanya, berhenti bersamanya, menghadap kemana arah agama itu menghadap dan turun bersamanya. 

- Sabar
"
"

SABAR MENURUT ILMU TASAWUF


Definisi sabar menurut kamus Tasawuf adalah keadaan jiwa yang kokoh, stabil dan konsekuen dalam pendirian. Jiwanya tidak tergoyahkan, pendiriannya tidak berubah bagaimanapun berat tantangan yang dihadapi. 1)
Sabar itu lahir dari kondisi ruhani yang suci dan berasal dari kesadaran yang tinggi dari dalam hati yang jernih dan bening, karena sudah penuh tawakal.2) Dengan kesabaran salik tidak mudah mengeluh, tabah hati sehingga tidak gampang panik, dan pasrah hati.
Sabar adalah sikap yang sangat dipuji oleh Allah, sehingga banyak disebut di dalam kitab suci Al Quran dan Hadits. Dalam tasawuf, sabar dijadikan satu maqam sesudah maqam faqir. Karena persyaratan untuk dapat konsentrasi dalam dzikir orang harus mencapai maqam faqir. Dalam kefaqiran umumnya didera dengan berbagai cobaan dan penderitaan, yang menyebabkan merasakan maqam sabar. Menurut Islam, mengendalikan diri untuk mengamalkan perilaku sabar adalah tiang dari ahlak mulia, sesuai dengan firman Allah SWT 3):
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqoroh :153).
Menurut Sa’id Hawwa 4), kesabaran dibagi tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dari kemaksiatan. Ketiga, sabar ketika mendapat cobaan.
Menurut sebagian orang arif 5) kesabaran dibagi tiga macam juga, hanya sudut pandangnya sedikit berbeda. Pertama, meninggalkan hawa nafsu yang mungkar, dan ini derajat orang yang bertobat. Kedua, ridha terhadap takdir Allah yang menimpanya, dan ini derajat orang-orang yang zahid dan ketiga, cinta atau senang terhadap segala apa yang dilakukan Allah atas dirinya dan ini derajat orang yang benar.
- SABAR MENURUT ILMU TASAWUF
"
"

Ada Apa dibalik Kesabaran dan Ilmu


Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Semoga sholawat serta salamsemoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Nabi akhir jaman Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.
Sabar merupakan suatu kata yang amat sering kita dengar dan merupakan suatu sikap dan ahlak yang mulia, baik itu secara adat kebiasaan manusia demikian juga jika ditinjau dari ajaran agama yang mulia ini yakni Islam. Namun apakah kita telah tahu apakah sabar itu? Bagaimana cara agar bisa mencapai sabar? Maka mudah-mudahan melalui tulisan singkat ini bisa menjadi pijakan kita untuk dapat mencapai kesabaran yang selanjutnya dapat meningkatkan kesabaran.
Sabar secara bahasa berarti menahan. Sedangkan pegertian sabar secara istilah dalam syar’iat adalah menahan jiwa dari tiga perkara yaitu,
Pertamadalam keta’atan kepada Allah ‘Azza wa JallaKarena ta’at merupakan perkara yang berat bagi jiwa dan merupakan perkara yang sulit bagi manusia. Demikian juga ta’at merupakan suatu yang terasa berat bagi badan sehingga terkadang badan terasa lemah dan lemas untuk melaksanakan keta’atan kepada Allah. Demikian juga hati terkadang terasa berat untuk mengeluarkan harta dalam rangka keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semisal untuk zakat.Ringkasnya bahwa dalam keta’atan terdapat suatu yang terasa berat oleh jiwa dan badan.
Keduadari perkara yang Allah ‘Azza wa Jalla haramkan, karena jiwa manusia senantiasa mengajak kepada keburukan yang diharamkan AllahSubhanahu wa Ta’ala.
Ketigaterhadap takdir Allah ‘Azza wa Jalla yang terasa sakit di hati, karena takdir Allah ada yang terasa manis di jiwa manusia dan ada yang terasa pahit di hati. Maka kewajiban kita terhadap takdir Allah yang terasa manis di jiwa adalah mensyukurinya, dimana syukur merupakan bagian dari bentuk keta’atan kapada Allah ‘Azza wa Jalla. Sedangkan kewajiban kita terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terasa terasa pahit di hati adalah bersabar[1]. Kemudian yang namanya sabar adalah sabar sejak pertama goncangan musibah dan godaan tersebut datang, tidaklah dikatakan seorang sabar ketika awal goncangan musibah atau godaan ia mengumpat, mencela takdir Allah ‘Azza wa Jallaatau menyalahkan orang lain atas apa yang menimpanya. Karena sabar sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam yang diriwayatkan melalui sahabat Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘anhu,
الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
“(Sesungguhnya yang dikatakan) Sabar adalah sabar pada awal sesuatu yang dibenci”[2]
Al Imam An Nawawi Rohimahullah mengatakan “maknanya adalah sabar yang sempurna yaitu sabar yang diganjar dengan pahala yang besar adalah sabar (yang seperti didefenisikan Nabi ini-pent). karena beratnya untuk bersabar dalam keadaan seperti ini”[3].
Jika pengertian di atas telah kita fahami maka marilah kita perhatikan firman AllahSubhanahu wa Ta’ala,
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ
“Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan sholat”.
(QS : Al Baqoroh [2] :45).
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyebutkan dalam ayat ini terhadap perkara kita harus sabar maka sebagaimana dalam kaidah ilmu tafsir yang disampaikan oleh para ‘ulama “hadful ma’mul fih yufidul ‘umum” dihapusnya ma’mul fih/objek memberikan faidah keumuman[4], kaitannya dalam hal ini adalahsemua perkara yang kita hadapi kita diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk bersabar. Akan tetapi sabar ini  memiliki washilah/perantara dan alat-alatnya yang tidaklah mungkin terwujud sabar kecuali dengannya yaitupengetahuan terhadap suatu perkara yang ia akan bersabar terhadapnyakeutamaan- keutamaan perkara tersebut dan buah yang akan ia dapatkan dari kesabarannya terhadap perkara tersebut. Ketika seorang hamba telah mengetahui bahwa keta’atan merupakan sebuah tanda kebaikan hati, sebab bertambahnya iman dan buah dari keta’atan yang berupa kebaikan-kebaikan serta kemulian-kemuliannya maka akan terwujudlah rasa sabarnya dalam keta’atan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Demikian pula ketika seorang hamba telah mengetahui bahwa apa yang ada dalam perkara yang diharamkan Allah adalah keburukan-keburukan, kehinaan-kehinaan dan akibatnya berupa hukuman-hukuman Allah kepada pelakunya maka akan terwujudlah rasa sabarnya dari perbuatan-perbuatan yang Allah haramkan. Serta demikian pula adanya ketika seorang hamba telah mengetahui bahwa seluruh yang Allah takdirkan ada berkahnya maka akan terwujudlah rasa sabarnya terhadap takdir Allah ‘Azza wa Jalla [5]. Inilah keutaman ilmu, yang ia adalah asas/dasar dari segala kebaikan dan sebaliknya jahil dan tidak adanya pengetahuan yang mendalam merupakan sebab kebinasaan, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan”.
(QS : An Nisaa’ [3] :17).
Jahil yang Allah Subhanahu wa Ta’ala maksudkan di sini bukanlah ketidaktahuan mereka bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah perbuatan dosa dan keburukan melainkan cupetnya pengetahuan mereka terhadap hukuman, keburukan, dan hilangnya nikmat yang akan mereka dapatkan jika mereka melakukan perbuatan dosa dan keburukan tersebut[6]. Karena dalam islam kebodohan/kejahilan yang murni merupakan salah satu pengahalang ditegakkannya hukuman.
Maka marilah kita lihat firman Allah ‘Azza wa Jalla yang menjelaskan kepada kita bagaimana besarnya pengaruh ilmu terhadap kesabaran seseorang dalam surat Al Kahfi,
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا. وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
“Dia (Nabi Khidhir mengatakan kepada Nabi Musa[7]), “Sesungguhnya kamusekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku”. Dan bagaimana kamu (Nabi Musa) dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum diberikan keapdamu hakikat/ilmunya?[8]"
(QS : Al Kahfi [17] :67-68).
Maka ketidakadaan pengetahuan tentang apa yang ia harus bersabar padanya adalah suatu faktor yang mengahalangi seseorang untuk dapat bersabar terhadap suatu perkara walaupun ia mati-matian untuk bisa bersabar terhadapnya maka ia tetap akan merasakan sabar adalah suatu yang memberatkan dimana keadaan ini tentu berbeda dengan orang yang berilmu[9].
Ringkasnya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing hambanya agarmeminta pertolongan untuk semua urusan mereka dengan senantiasa bersabar dan membimbing hambanya untuk mencapai kesabaran tersebut dengan mengingat perkara-perkara yang telah disebutkan, mengetahui hakikatnya dan fadhilah-fadhilahnya. Sebagai pentutup kami mengajak diri kami dan para pembaca sekalian untuk memperhatikan ayat Allah ‘Azza wa Jalla berikut agar  lebih memantapkan diri kita untuk dapat dan senantiasa bersabar,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”
(QS : Az Zumar [39] :10).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rohimahullah mengatakan,“firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini mencakup dalam semua bentuk sabar, sabar terhadap takdir Allah ‘Azza wa Jalla yang terasa pahit di hati maka hendaklah ia tidak mencela dan marah kepadanya. Demikian juga sabar dari perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka hendaklah ia tidak berbuat maksiat kepadaNya. Hal yang sama juga dalam sabar di atas keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga ia bisa menunaikan keta’atan kepadanya. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjajikan kepadanya pahala yang tanpa batasan dan hal ini tidak lain karena keutamaan sabar dan kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sabar inilah penolong dalam semua perkara”[10]. Maka lihatlah saudaraku betapa balasan yang Allah ‘Azza wa Jalla janjikan kepada orang yang sabar adalah balasan yang luar biasa. Allahu a’lam.
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis pribadi dan kaum muslimin seluruhnya, Amin.

- Ada Apa dibalik Kesabaran dan Ilmu
"